Comments Off on Mitos Seputar Dunia Kerja

Mitos Seputar Dunia Kerja

January 10, 2016 | Tips

Mitos Seputar Dunia Kerja

Mitos Seputar Dunia Kerja

Mitos Seputar Dunia Kerja

Dalam pekerjaan sering kali terdapat kepercayaan atau mitos yang oleh dipercaya sebagian orang. Misalkan mitos saat pertama kali bekerja, mitos ketika wawancara dan lainnya yang bisa membuat Anda bingung. Berikut ulasan mengenai mitos seputar dunia kerja.

1. Pendidikan tinggi adalah segalanya

Orang lain atau keluarga akan terus mendorong Anda mendapatkan gelar yang tinggi untuk meraih kesuksesan. Gelar dalam bidang kedokteran, bahasa dan yang lainnya. Tetapi gelar tidak menjamin Anda meraih kesuksesan karena faktanya banyak orang sukses yang tidak memiliki gelar atau pendidikan yang tinggi.

Gelar bukanlah segalanya untuk mencapai kesuksesan. Ada hal lain yang bisa membawa Anda untuk menuju kesuksesan, yaitu keterampilan, kreativitas, perilaku yang baik, tekad yang kuat dan kerja keras.

2. Dipecat akan mengakhiri karir Anda

Dipecat dari pekerjaan merupakan kekhawatiran atau ketakutan yang dialami oleh sebagian karyawan. Ini bukan akhir dari segalanya karena dipecat juga bisa menjadi hal terbaik yang terjadi pada diri Anda untuk membuka kesempatan karir baru yang lebih baik.

3. Membangun jaringa yang luas agar sukses

Membangun jaringan merupaka hal penting untuk mencapai kesuksesan. Membangun jaringan tidak harus dilakukan dalam skala besar dan dilakukan di dalam pesta-pesta yang tidak cocok untuk kalian yang pemalu.

Membangun jaringan bisa dilakukan dengan orang sekitar, mengajak berdiskusi atau berbicara satu sama lain. Jess Lee, CEO dari Polyvore adalah salah satu yang menerapkannya. Jess Lee mengaku tidak suka dengan pesta-pesta atau acara yang ramai untuk membangun sebuah jaringan. Karena itu, dia selalu membangun jaringan dengan mengajak bicara masing-masing kolega dalam skala kecil dan ini berhasil.

4. Modal utama diterima kerja adalah Percaya diri

Percaya diri memang penting dalam pekerjaan, terutama ketika wawancara kerja. Namun ada saatnya percaya diri bisa merusak kesempatan karir yang akan Anda dapatkan.

Contohnya, sebuah perusahaan bernama Fast Company pernah membagikan pengalaman wawancara kerja mereka dengan seorang calon karyawan. Salah seorang pewawancara bertemu dengan wanita yang terlalu percaya diri. Sangat percaya diri dengan kemampuannya untuk mengisi posisi yang ditawarkannya. Ketika si pewawancara menjelaskan posisi yang dilamar, wanita tersebut langsung memotong ucapan pewawancara dan menanyakan gaji. Tentu saja si pewawancara langsung menolak lamarannya.

5. Mengikuti gaya pakaian rekan kerja yang lain

Ketika pertama kali memulai pekerjaan, hal yang diperhatikan oleh banyak orang adalah penampilan rekannya. Mereka melihat bagaimana rekan kerja berpakaian di tempat kerja dan kemungkinan akan mengikuti ‘tren’ yang sama.

Valerie Grillo dari American Express menjelaskan bahwa ini adalah salah satu kesalahan yang dilakukan karyawan pemula. Mengikuti busana dengan karyawan lain terkadang tidak perlu dilakukan.

Berbusana lah sesuai dengan style diri Anda sendiri selama tetap sopan dan menaati aturan perusahaan. Ini akan menunjukkan ekspresi original diri kalian dan menjadi salah satu potensi yang berharga dalam pekerjaan.

753 total views, 1 today